desypranita

All About My Work and Stuff

TEKNIK BEKERJASAMA DAN BERSINERGI DENGAN INDUSTRI DAN PERUSAHAAN YANG MEMERLUKAN JASA DIBIDANG PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 MALANG

Leave a comment

ilustrasi humas

TEKNIK BEKERJASAMA DAN BERSINERGI DENGAN INDUSTRI DAN PERUSAHAAN YANG MEMERLUKAN JASA DIBIDANG PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 MALANG

 

 

LAPORAN OBSERVASI

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH

Manajemen Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat

Yang dibina oleh Ibu Dra. Djum Djum Noor Benty, M.Pd

Dan Ibu Rochmawati, S.Pd

Oleh

Aisyah Prasetyani

109131415216

Wangan Indriyani

110131405779

Wahyu Ramadhan

110131405786

Debrina Christarany

110131436608

Desy Pranita Kusumawati

110131436543

 

 

 

 

 

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN

April 2013

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latarbelakang

Kerjasama yang dilakukan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) adalah sebuah strategi pembelajaran dan bisnis yang dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Praktik Kerja Industri (Prakerin) merupakan bagian dari program pembelajaran yang wajib dilaksanakan oleh setiap peserta didik di dunia usaha atau dunia kerja yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki sesuai bidangnya. Prakerin ini adalah wujud nyata dari pelaksanaan sistem pendidikan di SMK yaitu Pendidikan Sistem Ganda (PSG).

Kerjasama yang dilakukan sekolah dengan DU/DI merupakan keberhasilan program kerjasama dalam program prakerin. Untuk menjalin kerjasama yang terus menerus dan untuk meningkatkan keberhasilan lulusan SMK perlu adanya teknik bekerjasama dan bersinergi antara sekolah dengan industri dan perusahaan yang saling menguntungkan.

Dalam laporan hasil observasi ini, akan dijelaskan tentang teknik bekerjasama dan bersinergi dengan industri dan perusahaan yang memerlukan jasa dibidang pendidikan di SMK Negeri 1 Malang.

1.2  Rumusan Masalah

  1. Apa saja program hubungan sekolah dengan masyarakat di SMK Negeri 1 Malang terkait dengan DU/DI?
  2. Bagaimana prosedur pelaksanaan kerjasama SMK Negeri 1 Malang terkait dengan DU/DI?
  3. Apa saja industri dan perusahaan yang bekerjasama dengan SMK Negeri 1 Malang?
  4. Apa teknik hubungan sekolah dengan masyarakat yang digunakan SMK Negeri 1 Malang dalam kerjasama dengan DU/DI?
  5. Apa saja kendala dan solusi dalam melaksanakan hubungan sekolah dengan masyarakat SMK Negeri 1 Malang terkait dengan DU/DI?
  6. Apa saja indikator keberhasilan dari kerjasama SMK Negeri 1 Malang dengan DU/DI?

1.3  Tujuan

  1. Menjelaskan program hubungan sekolah dengan masyarakat di SMK Negeri 1 Malang terkait dengan DU/DI.
  2. Menjelaskan prosedur pelaksanaan kerjasama SMK Negeri 1 Malang terkait dengan DU/DI.
  3. Menjelaskan industri dan perusahaan yang bekerjasama dengan SMK Negeri 1 Malang.
  4. Menjelaskan teknik hubungan sekolah dengan masyarakat yang digunakan SMK Negeri 1 Malang dalam kerjasama dengan DU/DI.
  5. Menjelaskan kendala dan solusi dalam melaksanakan hubungan sekolah dengan masyarakat SMK Negeri 1 Malang terkait dengan DU/DI.
  6. Menjelaskan indikator keberhasilan dari kerjasama SMK Negeri 1 Malang dengan DU/DI.

Normal
0

false
false
false

IN
KO
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

BAB II

LANDASAN TEORI

 

2.1  Program-Program Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Menurut Widjaja (dalam Setiyawan, 2013) sesuai peranannya sebagai pengabdi untuk kepentingan umum, sebagai mediator antara pimpinan dengan publik, dan sebagai dokumentator, maka program humas menitikberatkan pada:

a.         Program Pelayanan

Program ini berupa layanan data/informasi baik secara lisan maupun tertulis, termasuk penyelenggaraan display tetap dan pameran.

b.        Program Mediator

Program ini berupa penerbitan berbagai media massa, penyelenggaraan konperensi pers, wisata pers, menjawab surat pembaca, menanggapi tajuk rencana yang negatif dan lain-lain.

c.         Program Dokumentator

Program ini berupa pembuatan dokumentasi film, foto rekaman (kaset, audio dan video), transkrip pidato dan lain-lain.

 

2.2  Peran Dunia Usaha / Dunia Industri (DU/DI)

Penyelarasan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, argumen untuk  yang mengomentari adalah  Sekolah tidak dapat lagi kita pikirkan sebagai suatu lembaga sosial yang berdiri sendiri, terlepas dari lembaga-lembaga sosial lain. Sekolah harus kita pandang sebagai suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat yang ada di sekitarnya, baik masyarakat lokal, maupun masyarakat daerah atau masyarakat nasional.

Untuk melihat hubungan antara dunia pendidikan dan DU/DI (dunia usaha dan dunia industri), penulis melakukan pendekatan melalui studi kasus dari beberapa negara tetangga yang menjadi tolak ukur dalam menyelarasan pendidikan dan DU/DI yang dilihat dari beberapa aspek yaitu sebagi berikut :

Ø  Peran Sosial Ekonomi

Pendidikan dan DU/DI merupakan sisi mata uang yang jelas keduanya tidak dapat dipisahkan. Gambaran peran DU/DI di Malaysia dalam konteks penyediaan Kolej Kediaman atau asrama di UUM di Malaysia merupakan hubungan sinergis yang sangat menunjang peningkatan mutu pendidikan. Pendidikan menghasilkan lulusan yang akan digunakan oleh DU/DI. Artinya, kualitas hasil pendidikan akan mempengaruhi kualitas DU/DI. Dengan ini sudah barang tentu DU/DI tidak pantas hanya menengadahkan tangannya ke atas, menunggu turunnya kualitas lulusan yang bermutu untuk menjadi SDM-nya. Minimal 5% dari dana keuntungan DU/DI sepantasnya untuk dapat dialokasikan untuk pendidikan.

Di beberapa perusahaan korporasi di Jepang, misalnya yang tergabung dalam KEIDANREN atau semacam KADIN di Indonesia telah mengalokasikan dana khusus untuk pembangunan masyarakat, khususnya pendidikan. KEIDANREN Jepang mempunyai program untuk mengirimkan para guru dari Indonesia untuk memperoleh pelajaran dari Jepang bahwa Jepang pada saat ini adalah bukan lagi sebagai Jepang seperti pada masa-masa Perang Dunia II. Biaya perjalanan sampai dengan akomodasi sampai dengan uang saku para guru semuanya ditanggung oleh KEIDANREN. Tergabung dalam KEIDANREN ini adalah perusahaan raksasa multinasional milik Jepang, seperti Marobeni, Mitsubishi Heavy Industri, dan masih banyak yang lain.

Contoh lainnya di Indonesia, perusahaan Berau Cool, perusahaan batubara di Kalimantan Timur memiliki satu devisi yang amat terkenal dengan nama Community Development (COMDEV) yang tugasnya melakukan pembangunan masyarakat, termasuk di dalamnya mengadakan diklat bagi guru-guru sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah, kerja sama dengan Lembaga Inservice Training yang ada.

Ø  Peran Sosial Budaya

Dibandingkan dengan institusi birokrasi yang ada, lembaga bisnis yang amat kita kenal sebagai DU/DI adalah memiliki karakteristik sebagai institusi yang sangat berorientasi kepada aspek kualitas, dan aspek keuntungan. Fasilitas modern DU/DI dapat menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda. Budaya kerja DU/DI juga demikian. Keuntungan DU/DI yang telah go internastional lebih-lebih lagi, seperti PT Sampoerna, PT. Indofood, dan masih ada sederet perusahaan lain yang bertaraf internasional. Pada umumnya mereka telah memiliki standar mutu internasional dengan ISO-nya.  Maka untuk meningkatkan SDM semua elemen yang  terkait dengan DU/DI harus bersinergi adapun, ketiga elemen tripusat pendidikan (bagan paradigma hubungan keluarga, sekolah, dan masyarakat DU/DI) harus dalam sinergi untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan, dan dengan layanan pendidikan yang bermutu, akan dihasilkan lulusan yang bermutu, dan dengan lulusan yang bermutu itulah yang kemudian akan direkrut oleh DU/DI untuk menjadi SDM yang bermutu yang akan mengabdikan diri untuk DU/DI.

Sudah saatnya kita bersatu, bekerjasama, saling membantu dan saling memperkuat sektor yang sudah baik untuk kemajuan bangsa.

Pembangunan merupakan proses terus menerus untuk mencapai kesempurnaan, Pembangunan di Indonesia mencakup berbagai sektor salah satu diantaranya adalah sektor pendidikan. Peranan sektor pendidikan dalam mempersiapkan sumber daya tersebut diatas tidak dapat diabaikan. Program pendidikan harus berorientasi pada kebutuhan pasar kerja. Demikian pula produk yang dihasilkan oleh dunia usaha merupakan konsumsi masyarakat luas. Dengan demikian proses pelatihan akan memberi arti pada pencapaian tujuan pendidikan nasional.

Dengan kebijaksanaan Dinas Pendidikan nasional tentang pendekatan Pendidikan dengan Sistem Ganda sebagai pola utama penyelenggaraan Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas tamatan agar lebih sesuai dengan tuntutan kebutuhan. Pembangunan Nasional pada umumnya, dan kebutuhan ketenaga kerjaan pada khusunya, sebagai bagian tak terpisahkan dari kebijaksanaan Link and Macth yang berlaku bagi semua jenis jenjang pendidikan di Indonesia. Munculnya gagasan Link and Macth (keterkaitan dan kesepadanan) ternyata telah membuka peluang bagi pihak pelaksana pendidikan khususnya Pendidikan Menengah Kejuruan untuk memungkinkan bekerja sama dengan Dunia Usaha dalam membina dan mengembangkan potensi di lapangan.

Link and Macth juga memberi kesempatan bagi peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan untuk mengembangkan kreatifitas belajar pada wahana pendidikan yang lebih realistis. Pihak Sekolah Menengah Kejuruan harus dapat memanfaatkan Dunia Usaha ini sebagai wahana pelatihan yang paling efektif bagi pembentukan ketrampilan dan sikap profesional para lulusan.

Dengan adanya kesepakatan kerjasama antara pihak sekolah dengan Dunia Usaha maka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) para peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan akan memperoleh pengalaman yang sangat berharga sebagai persiapan memasuki bursa kerja. Proses kegiatan Belajar Mengajar seperti ini disebut Pendidikan Sistem Ganda.

Pada prinsipnya Pendidikan Sistem Ganda adalah kerja sama dengan Dunia Usaha/ Dunia Industri yaitu saling membantu, saling mengisi dan saling melengkapi untuk meraih keuntungan bersama. Selagi Pendidikan Sistem Ganda tidak menjadi beban Dunia Usaha/ Dunia Industri, kerja sama tersebut dapat ditumbuh kembangkan sekaligus sebagai wujud atau peran serta Dunia Usaha/ Dunia Industri dalam pembangunan nasional pada umumnya dan pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda khusunya.

Dalam pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda guru merupakan kunci keberhasilan pendidikan formal sebab secara dinamis tuntutan mutu lulusan Sekolah Menengah Kejuruan dipengaruhi oleh kualitas gurunya. Perkembangan teknologi di Dunia Usaha dan Dunia Industri sangat pesat maka dirasakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan masih perlu secara dinamis ditingkatkan kemampuannya agar memenuhi kesempatan kerja.

Disadari bahwa penyiapan Sumber Daya Manusia yang tangguh sebagai modal pembangunan yang produktif adalah menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, masyarakat dan keluarga. Maka dukungan semua pihak untuk menyelenggarakan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan yang dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas sesuai dengan misinya yang diperlukan. Kreatifitas guru dalam mempersiapkan bahan ajar sangat menentukan kebutuhan pengetahuan sebagai kesiapan diri pada peserta didiknya untuk memasuki lapangan kerja dan kehidupan masyarakat dikemudian hari.

Selanjutnya pelaksanaan pendidikan di Dunia Usaha/ Dunia Industri disebut Praktik Kerja Industri yang disingkat PRAKERIN, sedangkan pelaksanaan pendidikan di sekolah adalah Proses Belajar Mengajar yang disingkat dengan PBM dengan jam-jam pelajaran yang telah ditentukan.

 

2.3  Prosedur Pelaksanaan Kerjasama Sekolah dengan DU/DI

Direktorat Tenaga Kependidikan mengemukakan bahwa hubungan sekolah

yaitu SMK dan masyarakat yang dalam hal ini adalah DU/DI dilakukan dengan prosedur berikut:

1.        Menganalisis masyarakat

Kegiatan pertama dalam pelaksanaan manajemen hubungan masyarakat adalah menganalisis masyarakat yang berkaitan dengan sasaran masyarakat, kondisi, karakter, kebutuhan dan keinginan masyarakat akan pendikan, problem yang dihadapi masyarakat serta aspek-aspek kehidupan masyarakat lainnya seperti kebiasaab, sikap, religius (fanatisme beragama) dan sebagainya. Hal ini sangat penting, karena pemahaman yang salah tentang kondisi masyarakat, akan menyebabkan program-program yang disususn dan dikembangkan oleh sekolah dalam rangka pemberdayaan masyarakat untuk pendidikan akan kurang tepat berkembang akibat kebijakan pendidikan oleh pejabat pendidikan termasuk kebijakan yang diambil oleh sekolah seperti tentang BOS, uang sumbangan penerimaan peserta didik baru dan lain-lain.

Menganalisis masyarakat dalam konteks ini dapat dilakukan dengan mencari tahu informasi mengenai DU/DI yang dapat dijangkay oleh SMK yang bersangkutan. Penelusuran informasi ini biasanya dilakukan setelah adanya kegiatan sosialisai mengenai program PSG yang diadakan oleh Dinas Pendidikan setempat yang juga mengundang berbagai macam DU/DI untuk diperkenalkan kepada SMK wilayah setempat. Penelusuran informasi dapat dilakukan melalui Dinas terkait (Dinas Pendidikan atau Dinas Tenaga Kerja).

2.        Mengadakan komunikasi

Tahap kedua dalam hubungan sekolah dengan masyarakat adalah mengadakan komunikasi dengan masyarakat sasaran. Dalam konteks ini, setelah SMK memperoleh berbagai informasi yang diperlukan mengenai DU/DI, pihak SMK kemudian melakukan komunikasi dengan DU/DI yang sekiranya akan dibidik untuk diajak bekerjasama dakam pelaksanaan PSG. Komunikasi ini biasnya dilakukan secara langsung melalui suatu pertemuan.

3.    Melibatkan masyarakat

                 Melibatkan masyarakat tidak hanya sekedar menyampaikan pesan saja, tapi menuntut partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan dan program sekolah. Dalam konteks humas pendidikan yaitu SPG, pelibatan dilakukan jika sudah terjadi kontrak kerjasama anatara SMK dengan DU/DI yang ditandai dengan ditandatanganinya MoU. Jika MoU sudah ditandatangani artinya antara SMK dan DU/DI sudah memiliki hak dan kewajiban masing-masing yang sudah disepakati bersama. Adanya kontrak tersebut dapat menjadi pedoman bagi kedua belah pihak untuk melaksanakan tugas masing-masing.

            Langkah-langkah yang telah dijelaskan secara konkret sebagai langkah persiapan untuk menjalin kerjasama anatar SMK dengan DU/DI yang dijelaskan oleh Raharjo (dalam Isbianti, 2009:44-45) adalah sebgai berikut:

1.        Sekolah mengkaji berbagai industri dan lembaga yang potensial yang ada di

  sekitar wilayahnya yang antara lain meliputi:

a.    Jenis dunia usaha

b.    Aktivitas proses produksi yang meliputi barang dan jasa yang dihasilakan oleh perusahaan atau lembaga tersebut

c.    Kualifikasi tenaga kerja yang meliputi jabatan-jabatan tenaga kerja yang ada, tugas-tugasyang dikerjakan, serta keahlian / ketrampilan apa saja yang mungkin diperoleh di perusahaantersebut

d.   Fasilitas praktek atau fasilitas produksi yang tersedia

e.    Daya tampung atau kemungkinan jumlah siswa yang bisa diterima untuk pelatihan

f.     Kualifikasi lembaga, apakah tergolong perushaan besar, menengah, atau kecil

2.        Melakukan pengkajian terhadap semua ketrampilan yang sesuai dan

dapat diperoleh di setiap industri. Dalam hal ini, pada bagian atau divisi dan       sub bagian di industri apa sajakah ketrampilan yang sesuai dapat diperoleh peserta PSG untuk masing-masing program studi.

3.        Sekolah melalui majelis sekolah atau komite sekolah merintis kerjasama dengan industri atauperusahaan yang sesuai dengan standar keahlian atau ketrampilan tiap-tiap program studi.Dalam hal ini sekolah membuat kerja sama dengan DU/DI secara tertullis tentang pelaksanaanPSG atau biasa disebut dengan Memorandum of Understanding (MoU) yang memuat :

a.    Hak dan kewajiban DU/DI dalam melaksanakan PSG

b.    Hak dan kewajiban sekolah dalam melaksanakan PSG

c.    Penyusunan atau sinkronisasi kurikulum PSG atau bahan ajar

d.   Mekanisme dan prosedur pelaksanaan PSG

e.    Pembiayaan

f.     Pengawasan dan pengendalian mutu PSG

g.    Uji kompetensi

h.    Seleksi siswa

i.      Pemasaran tamatan

j.      Hal-hal lain yang dianggap penting.

 

2.4  Upaya Menjalin Kerjasama Sekolah dengan DU/DI

Menurut Isbianti (2009:43-44) Berjalannya program pendidikan kejuruan sangat tergantung pada komitmen dari kedua belahpihak yaitu sekolah dan DU/DI dalam menjalankan kerjasama. Kerjasama yang baik dapatmenimbulkan hasil yang baik pula yang dalam hal ini adalah tercapainya tujuan SMK melalui programPSG.Terwujudnya suatu kerjasama tentu saja tidak serta merta terjalin tanpa adanya suatu langkahpermulaan. Langkah awal sebelum memulai suatu kerjasama menurut Slamet (dalam Hamka, 2010:6) suatuSMK sebaiknya melakukan hal-hal berikut ini:

1.      Mensosialisasikan konsep PSG kepada semua pihak yang terkait agar mereka benar-benar memahami konsep PSG

2.      Menciptakan dan meningkatkan komunikasi antara SMK dengan DU/DI

3.      Menciptakan dan melaksanakan mekanisme perencanaan dan pengambilan keputusan secara bersama.

4.      Mendiskusikan cara-cara melaksanakan PSG dengan pihak DU/DI dan pihak terkait lainnya

5.      Mengusahakan adanya jaminan komitmen dari SMK dan DU/DI

6.      Merumuskan keuntungan-keuntunan bagi pihak yang terlibat dlaam sistem ganda

7.      Secara bersama-sama membuat aturan main dalam pelaksanaan PSG.

Untuk bisa mewujudkan program PSG dari proses perintisan kerjasama hingga ditandatanganinya kontrak kerjasama tentu saja tidak terlepas dari adanya peran humas.

Normal
0

false
false
false

IN
KO
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

BAB III

HASIL OBSERVASI

 

3.1.  Program Hubungan Sekolah dengan Masyarakat di SMK Negeri 1 Malang Terkait dengan DU/DI

Program yang pertama dari program kerja humas SMK Negeri 1 Malang terkait dengan DU/DI, yaitu:

1.      Merencanakan program humas

Perencanaan ini harus sudah tersedia pada awal semester.  Biasanya dilakukan pada bulan Juni dan Juli.

2.      Pemasyarakatan PSG

Sasaran pemasyarakatan PSG ini adalah peserta didik baru yang dilaksanakan pada bulan Juni dan Juli.

3.      Penjelasan pelaksanaan PSG

Penjelasan ini dilakukan sekolah kepada peserta didik kelas XI beserta orang tua, biasanya dilakukan sekitar bulan Juni.

4.      Penjajagan industri dan pencarian tempat prakerin

Guru menetapkan kelompok peserta didik kelas XI di tempat kerja industri sesuai dengan kompetensi masing-masing program studi. Kegiatan ini dilakukan pada bulan juni sekitar awal tahun ajaran baru.

5.      Menyusun standarisasi keahlian masing-masing program

Pihak sekolah mengadakan rapat dan diskusi di masing-masing program keahlian. Juga dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru sekitar bulan Juni.

6.      Pembekalan siswa yang akan PSG

Sasaran program kegiatan pembekalan siswa ini adalah seluruh peserta didik kelas XI yang sudah dibagi dalam kelompok kerja atau siswa prakerin. Pembekalan ini diberikan pada saat tahapan kelompok kerja akan melaksanakan prakerin, biasanya dilaksanakan pada bulan Juni, Oktober, dan Februari.

7.       Pelaksanaan praktek DU/DI

Sasaran program praktek ini adalah seluruh peserta didik kelas XI. Pelaksanaan program ini terus berjalan selama satu tahun, namun dibagi dalam tiga tahap.

8.      Evaluasi Pelaksanaan PSG

Kegiatan evaluasi ini dilaksanakan berdasarkan monitoring dari perangkat sekolah. Progam kerja ini dilaksanakan sekitar bulan November, maret dan Mei.

9.      Monitoring siswa PSG

Kegiatan monitoring peserta didik yang melaksanakan kegiatan PSG ini dibagi menjadi tiga tahapan sesuai dengan waktu tahapan kelompok kerja. Dilaksanakan bulan Desember hingga bulan Mei.

10.  Laporan pelaksanaan Prakerin

Sekolah mengevaluasi program dan menentukan tindak lanjutnya. Dilaksanakan di akhir tahun pelajaran sekitar bualan Mei.

 

3.2.  Prosedur Pelaksanaan Kerjasama SMK Negeri 1 Malang Terkait dengan DU/DI

Prosedur dalam pelaksanaan kerjasama antara SMK Negeri 1 Malang dengan DU/DI dilakukan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi serta pengawasan (monitoring). Pertama. Pihak sekolah melakukan rapat internal dengan cara mengundang beberapa pihak perusahaan/industri untuk datang ke sekolah. Rapat tersebut melibatkan semua komponen sekolah yaitu antara lain Kepala Sekolah, Waka Humas, Ketua Kompetensi masing-masing keahlian/jurusan. Pembahasan dalam rapat tersebut mengenai kerjasama antara pihak sekolah dengan perusahaan/industri tempat peserta didik akan melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin). Kedua, Rapat tersebut akan menghasilkan kerjasama antara pihak sekolah dengan perusahaan/industri yang berupa surat perjanjian (MOU). Ketiga, setelah itu pihak sekolah merencanakan pelaksanaan Prakerin. Selanjutnya menyusun standarisasi keahlian masing-masing industri. Dalam penyusunan tersebut melibatkan Kepala Kompetensi Keahlian beserta guru produktif masing-masing keahlian. Keempat  Pihak sekolah mempersiapkan siapa saja yang akan menjadi pembimbing peserta didik dimasing-masing perusahaan/industri. Biasanya dalam pemilihan pembimbing, harus sesuai dengan guru di bidang keahlian masing-masing.

Dalam prosedur penempatan peserta didik di tempat prakeri dan keseluruhan program humas yang berkaitan dengan DU/DI sekolah memiliki panduan khusus yaitu jurnal untuk peserta didik, Program kerja sekolah, Program kerja PSG dan bimbingan teknis peningkatan khusus sekolah menengah kejuruan.

 

3.3.  Industri dan Perusahaan yang Bekerjasama dengan SMK Negeri 1 Malang

Untuk kerjasama SMK Negeri 1 Malang dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI), SMK Negeri 1 Malang membagi menjadi dua yaitu yang termasuk golongan dari pemerintah dan yang termasuk golongan dari non-pemerintah.

Berikut adalah  nama-nama perusahaan/industri yang telah bekerjasama dengan pihak sekolah dibagi menjadi dua yaitu yang termasuk golongan dari pemerintah dan yang termasuk golongan dari non-pemerintah (swasta):

a)      Industri dan Perusahaan yang Bekerjasama dengan SMK Negeri 1 Malang (Swasta / Non-Pemerintah)

          Pondok Pesantren Al-Hakim

          PT Indoflora Cipta Mandiri Malang

          KPRI Univ. Negeri Malang

          CV Wahana Tata Lestari

          Asuransi Jiwasraya Merdeka

          PT Matahari Matos

          Hypermart Matos

          PT Matahari Pasar Besar

          Hypermart GIANT

          Carrefour Mitra

          Mitra Net

          Doctor Computer

          Bening Net

          Padi Net

          PT Merpati Air Lines

          Kusuma Argowisata

          Sun Rise Tis Malang

          Ara Tour and Travel

          Aisyah Tour and Travel

          Traveline Tour and Travel

          Kirana Tour and Travel

          PT Batavia Air

          PT Sriwijaya Air

          Kheza Tour and Travel

          PT Wisata Titian Nusantara

          Wahana Inter Nusa

          Melati Tour and Travel

          Soerjanto Orchid

          Balai Materia Medica

          Balit Jeruk dan Tenaman Buah Sub Tropis

          PT Wahana Karisma Flora

          PT Dupont Indonesia

          BALITKABI

          Handoyo Orchid

          CV Winstrich

          Belt Elektronika

          Ikiae Elektronika

          eta Audio

          Ipek Elektronika

          PT Sarana Kencana Mulya

          CV Meitan

          Indrajaya Elektronika

          Firamax Videos

          Akira

          PT Primajas

          KPRI Univ. Brawijaya

          KPRI RSSA

          Univ. Muhammadiyah Malang (Perguruan Tinggi)

          Lab. Univ. Kanjuruhan (Perguruan Tinggi)

                                                                               

b)      Industri dan Perusahaan yang Bekerjasama dengan SMK Negeri 1 Malang (Negeri / Pemerintah)

          Politeknik Negeri Malang

          Kantor Pusat UM

          PKBI UM

          Kantor Pusat UB

          PPTI UB

          Fak. Teknik Pertanian UB

          Fak. Peternakan UB

          Pendidikan Vokasi UB

          Fak. Ekonomi UB

          Badan Pertanahan Nasional

          Kantor Bea Cukai

          Dinas Pekerjaan Umum

          Dinas Tenaga Kerja

          Dinas Kependudukan

          SMP Negeri 5 Malang

          BTN

          Badan Pusat Statistik

          Kantor Pajak Pratama Batu

          Fak. Pertanian UMM

          Kecamatan Sukun

          UIN & SAINS Informatika

          Depag. Kab. Malang

          BBPP

 

 

3.4.  Teknik Hubungan Sekolah dengan Masyarakat yang Digunakan SMK Negeri 1 Malang dalam Kerjasama dengan DU/DI

Hasil wawancara peneliti bahwa kerjasama antara SMK Negeri 1 Malang dengan DU/DI yaitu menggunakan teknik datang secara langsung kepada pihak perusahaan (Come to Company) dan mengadakan kerjasama dengan memaparkan bentuk kerjasama yang ditawarkan sekolah. Dari teknik Come to Company tersebut sekolah memiliki dasar sistem kerjasama simbiosis mutualisme atau dengan kata lain kerjasama yang akan saling menguntungkan untuk kedua belah pihak. Maksud dari sismbiosis mutualisme disini adalah sekolah memiliki tenaga yang siap praktek dan bekerja sedangkan DU/DI membutuhkan persona yang terampil. Istilah lain yang dipakai SMK Negeri 1 Malang adalah sekolah menawarkan tenaga kerja.

Sekolah disini yang akan mengatur semua rencana penempatan peserta didik yang akan prakerin sesuai dengan jurusan masing-masing agar tidak salah penempatan. Tentunya sekolah juga mempertimbangkan beberapa hal contohnya seperti jarak rumah siswa dengan sekolah dan tempat prakerin. Dalam hal ini banyak sekali penempatan yang tidak sesuai dengan jurusan peserta didik, karena ada beberapa jurusan yang sangat sulit mencari tempat penempatan yang tepat seperti jurusan Akutansi dan TKJ. Misalnya saja peserta didik jurusan TKJ masuk ke perusahaan pemasaran. Hal ini dikarenakan tidak semua perusahaan dan industri mau terbuka mengenai masalah keuangan dan teknologi yang menjadi keunggulan dari perusahaan atau industri tersebut. 

Tentunya ini sedikit banyak akan memberikan dampak bagi peserta didik. Hal seperti itu akan menjadi kendala bagi pelaksanaan prakerin, misalnya saja peserta didik yang tidak mau ditempatkan diperusahaan tersebut karena tidak sesuai dengan program studi yang ditempuhnya selama ini. Padahal jika diambil dan dilihat dari segi positifnya jika peserta didik tersebut mau ditempatkan sesuai yang direncanakan sekolah, peserta didik tersebut justru akan menerima ilmu baru yang kedepannya justru akan membantu dan menambah wawasan peserta didik.

 

3.5.  Kendala dan Solusi dalam Melaksanakan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat SMK Negeri 1 Malang Terkait dengan DU/DI

Kendala yang dihadapi SMK Negeri 1 Malang selama bekerjasama dengan DU/DI adalah sebagai berikut:

1.      Penempatan peserta didik di tempat prakerin yang tidak sesuai dengan program studi yang diambil.

2.      Pembimbing kurang teliti terhadap potensi yang dimiliki peserta didiknya sehingga banyak terjadi komplain.

3.      Adanya campur tangan pihak ke tiga (orang tua peserta didik) yang langsung mengajukan komplainnya kepada DU/DI.

4.      Adanya perusahaan yang bangkrut (pailit) yang mengakibatkan peserta didik dikembalikan ke sekolah.

5.      Peserta didik yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan DU/DI, sehingga peserta didik sering membolos saat prakerin.

6.      Sekolah tidak dapat memastikan pengiriman peserta didik ditiap tahapan prakerin selalu berpotensi baik.

 

Solusi dari kendala yang terdapat dalam kerjasama sekolah dengan DU/DI adalah sebgai berikut:

1.      Seharusnya sekolah lebih teliti dalam menyesuaikan tempat prakerin dengan program studi yang diambil peserta didik.

2.      Seharusnya pembimbing harus mengetahui potensi yang dimiliki peserta didik supaya tidak ada komplain.

3.      Seharusnya orang tua peserta didik jika komplain, harus langsung melaporkan kepada pihak sekolah.

4.      Sekolah berusaha mencari tempat prakerin baru. Jika tidak ada tempat, sekolah menampung peserta didik tersebut untuk prakerin di sekolah, dan pemberian nilai dilakukan oleh sekolah sendiri.

5.      Sekolah memberikan pengetahuan dasar tentang etika berbicara, etika berpakaian, dan etika bersikap kepada peserta didik. Sehingga peserta didik bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan DU/DI.

6.      Sekolah harus memberi pembekalan secara menyeluruh kepada peserta didik, sehingga sekolah bisa mengirimkan peserta didik dengan potensi baik disetiap tahapan.

 

3.6.  Indikator Keberhasilan dari Kerjasama SMK Negeri 1 Malang dengan DU/DI

Indikator keberhasilan untuk kerjasama SMK Negeri 1 Malang dengan DU/DI adalah sebagai berikut:

1.         Industri dan perusahaan yang bekerjasama dengan SMK Negeri 1 Malang terus meminta jasa tenaga peserta didik untuk prakerin.

2.         Adanya peserta didik yang direkrut oleh industri dan perusahaan yang bekerjasama dengan sekolah.

3.         Nilai yang didapat peserta didik saat prakerin lulus atau mencapai nilai KKM.

Sekolah juga memberikan beberapa lembar penilaian baik untuk peserta didik sendiri, pelanggan, ataupun untuk pempimbing peserta didik di tempat prakerin. Surat tersebut dapat berbentuk daftar monitoring pembimbing prakerin dan surat kepuasan pelanggan DU/DI.

Normal
0

false
false
false

IN
KO
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1. Program Humas

Berdasarkan data hasil observasi sesuai dengan landasan teori yang sudah kita pelajari, sesuai dengan peran pengabdian untuk kepentingan umum maka program humas menitik beratkan pada Program pelayanan, Program mediator, dan Program dokumentator.

SMK Negeri 1 Malang mempunyai program hubungan sekolah dengan DU/DIprogram tersebut  yaitu Merencanakan program humas, Pemasyarakatan PSG, Penjelasan pelaksanaan PSG, Penjajagan industri dan pencarian tempat prakerin, Menyusun standarisasi keahlian masing-masing program, Pembekalan siswa yang akan PSG, Pelaksanaan praktek DU/DI, Evaluasi Pelaksanaan PSG, Monitoring siswa PSG, Laporan pelaksanaan Prakeri.

 Dengan adanya landasan teori tersebut program humas yang digunakan SMK Negeri 1 Malang, mencakup semua teori yang berhubungan program hubungan sekolah dengan masyarakat.Dalam ke tiga program tersebut sangatlah penting, karena untuk menunjang dalam melaksanakan kerjasam dengan DU/DI yang telah direncanakan oleh humas SMK Negeri 1 Malang.

 

4.2. Prosedur Pelaksanaan Kerjasama

Prosedur yang  dijelaskan secara konkret sebagai langkah persiapan untuk menjalin kerjasama anatar SMK dengan DU/DI adalah yang Pertama, Sekolah mengkaji berbagai industri dan lembaga yang potensial yang ada disekitar wilayahnya. Kedua, Melakukan pengkajian terhadap semua ketrampilan yang sesuai dan dapat diperoleh di setiap industri. Dalam hal ini, pada bagian atau divisi dan sub bagian di industri apa sajakah ketrampilan yang sesuai dapat diperoleh peserta PSG untuk masing-masing program studi.Ketiga, Sekolah melalui majelis sekolah atau komite sekolah merintis kerjasama dengan industri atauperusahaan yang sesuai dengan standar keahlian atau ketrampilan tiap-tiap program studi.Dalam hal ini sekolah membuat kerja sama dengan DU/DI secara tertullis tentang pelaksanaanPSG atau biasa disebut dengan Memorandum of Understanding (MoU).

Prosedur dalam pelaksanaan kerjasama antara SMK Negeri 1 Malang dengan DU/DI dilakukan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi serta pengawasan (monitoring). Pertama, Pihak sekolah melakukan rapat internal dengan cara mengundang beberapa pihak perusahaan/industri untuk datang ke sekolah. Kedua, Rapat tersebut akan menghasilkan kerjasama antara pihak sekolah dengan perusahaan/industri yang berupa surat perjanjian (MOU). Ketiga, setelah itu pihak sekolah merencanakan pelaksanaan Prakerin. Selanjutnya menyusun standarisasi keahlian masing-masing industri. Keempat, Pihak sekolah mempersiapkan siapa saja yang akan menjadi pembimbing peserta didik dimasing-masing perusahaan/industri.

Dalam prosedur penempatan peserta didik di tempat prakeri dan keseluruhan program humas yang berkaitan dengan DU/DI sekolah memiliki panduan khusus yaitu jurnal untuk peserta didik, Program kerja sekolah, Program kerja PSG dan bimbingan teknis peningkatan khusus sekolah menengah kejuruan. Landasan teori dengan hasil observasi sudah relevan dan tepat. Dan sudah dijelaskan diatas dalam  prosedur pelaksanaan kerjasama sekolah dengan DU/DI sama-sama menggunakan rapat internal dengan komite sekolah setelah itu sekolah menjalin kerjasama dengan industri dan perusahaan untuk menempatkan peserta didiknya prakerin. Dan setelah itu sekolah membuat surat perjanjian yang berbentuk MOU antara sekolah dengan industri swasta atau pemerintah.

 

4.3. Teknik Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Berdasarkan observasi SMK Negeri 1 Malang menggunakan teknik kunjungan langsung ke perusahaan (Come to Company) dengan menggunakan sistem simbiosis mutualisme atau hubungan yang saling menguntungkan antara dua pihak yakni pihak sekolah dan pihak DU/DI sendiri. Dalam penentuan semua program kerja humas, SMK Negeri 1 Malang memiliki acuan atau panduan yakni jurnal peserta didik, program kerja sekolah, program kerja PSG, bimbingan teknis peningkatan mutu sekolah menengah kejuruan.

Peran DU/DI terhadap sekolah itu sangatlah penting. Apabila sekolah tidak menjalin kerjasama dengan DU/DI, sekolah akan mengalami kesulitan untuk menempatkan peserta didiknya untuk melakukan prakerin. Sekolah harus kita pandang sebagai suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat yang ada di sekitarnya, baik masyarakat lokal, maupun masyarakat daerah atau masyarakat nasional. Untuk menjalin hubungan antara dunia pendidikan dan DU/DI, sekolah harus melakukan pendekatan melalui studi kasus untuk menjadi tolak ukur dalam menyelaraskan pendidikan dengan DU/DI.

 

4.4. Kendala dalam Melaksanakan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Kendala-kendala yang dihadapi SMK Negeri 1 Malang dalam hubungan kerjasama sekolah dengan DU/DI banyak terdapat pada peserta didik sendiri dan juga pembimbing, namun ada juga kendala dari pihak DU/DI sendiri karena suatu hal. Oleh karena itu sekolah berusaha meminimalisir kendala dengan mengoptimalkan solusi dan cara evaluasi yang benar.

Kesimpulannya teknik hubungan kerjasama SMK Negeri 1 Malang dengan DU/DI menggunakan teknik kunjungan langsung ke perusahaan dan industri dengan mengutamakan sistem simbiosis mutualisme. Sekolah menentukan sendiri penempatan peserta didiknya di tempat prakerin meskipun terkadang tidak sesuai dengan keinginan peserta didik dan tidak sesuai dengan program studi yang diambil peserta didik.

Normal
0

false
false
false

IN
KO
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

            Dari hasil observasi di SMK Negeri 1 Malang, dapat disimpulkan bahwa SMK Negeri 1 Malang mempunyai program humas dengan DU/DI, yaitu merencanakan program humas, pemasyarakatan PSG, penjelasan pelaksanaan PSG, penjajagan industri dan pencarian tempat prakerin, menyusun standarisasi keahlian masing-masing program, pembekalan praktek DU/DI, pelaksanaan praktek DU/DI, evaluasi pelaksanaan PSG, monitoring siswa PSG, dan laporan pelaksanaan prakerin.

            Prosedur dalam pelaksanaan kerjasama antara SMK Negeri 1 Malang Malang dengan DU/DI dilakukan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi serta pengawasan (monitoring).

            Untuk kerjasama SMK Negeri 1 Malang Malang dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI), SMK Negeri 1 Malang Malang membagi menjadi dua yaitu yang termasuk golongan dari pemerintah dan yang termasuk golongan dari non-pemerintah.

Kerjasama antara SMK Negeri 1 Malang Malang dengan DU/DI yaitu menggunakan teknik datang secara langsung kepada pihak perusahaan (Come to Company) dan mengadakan kerjasama dengan memaparkan bentuk kerjasama yang ditawarkan sekolah. Dari teknik Come to Company tersebut sekolah memiliki dasar sistem kerjasama simbiosis mutualisme atau dengan kata lain kerjasama yang akan saling menguntungkan untuk kedua belah pihak. Maksud dari sismbiosis mutualisme disini adalah sekolah memiliki tenaga yang siap praktek dan bekerja sedangkan DU/DI membutuhkan persona yang terampil. Istilah lain yang dipakai SMK Negeri 1 Malang Malang adalah sekolah menawarkan tenaga kerja.

Kendala yang dihadapi SMK Negeri 1 Malang Malang selama bekerjasama dengan DU/DI adalah sebagai berikut:

1.      Penempatan peserta didik di tempat prakerin yang tidak sesuai dengan program studi yang diambil.

2.      Pembimbing kurang teliti terhadap potensi yang dimiliki peserta didiknya sehingga banyak terjadi komplain.

Solusi dari kendala yang terdapat dalam kerjasama sekolah dengan DU/DI adalah sebgai berikut:

1.      Seharusnya sekolah lebih teliti dalam menyesuaikan tempat prakerin dengan program studi yang diambil peserta didik.

2.      Seharusnya pembimbing harus mengetahui potensi yang dimiliki peserta didik supaya tidak ada komplain.

Indikator keberhasilan untuk kerjasama SMK Negeri 1 Malang dengan DU/DI adalah sebagai berikut:

1.         Industri dan perusahaan yang bekerjasama dengan SMK Negeri 1 Malang terus meminta jasa tenaga peserta didik untuk prakerin.

2.         Adanya peserta didik yang direkrut oleh industri dan perusahaan yang bekerjasama dengan sekolah.

3.         Nilai yang didapat peserta didik saat prakerin lulus atau mencapai nilai KKM.

 

5.2 Saran

            Sebaiknya pihak sekolah SMK Negeri 1 Malang dalam mengadakan  kerjasama dengan DU/DI  dapat menjaga keharmonisannya. SMK Negeri 1 Malang bisa memberikan bantuan pelayanan terhadap industry atau peruahaan yang bekerjasama dengannya. Dalam menempatkan prakerin, kalau bisa pihak sekolah menempatkan sesuai dengan jurusan peserta didik agar peserta didik tersebut bisa menjalankannya dengan senang hati dan tidak terpaksa.

            SMK Negeri 1 Malang dalam memberikan pembekalan terhadap peserta didik, di harapkan peserta didik mampu menjalankan prakerin tersebut. Sebelum menempatkan peserta didik di prakerin diharapkan pihak sekolah mengundang wali murid untuk diberi wawasan tentang pelaksanaan PSG. Dengan tujuan agar wali murid mengerti tahapan-tahapan tentang prosedur pelaksanaan PSG. Misalnya, apabila peserta didik ada masalah pada waktu PSG orang tua tidak komplain dan langsung mendatangi industry tersebut, akan tetapi dengan cara datang ke pihak sekolah.

Normal
0

false
false
false

IN
KO
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latarbelakang

Kerjasama yang dilakukan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) adalah sebuah strategi pembelajaran dan bisnis yang dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Praktik Kerja Industri (Prakerin) merupakan bagian dari program pembelajaran yang wajib dilaksanakan oleh setiap peserta didik di dunia usaha atau dunia kerja yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki sesuai bidangnya. Prakerin ini adalah wujud nyata dari pelaksanaan sistem pendidikan di SMK yaitu Pendidikan Sistem Ganda (PSG).

Kerjasama yang dilakukan sekolah dengan DU/DI merupakan keberhasilan program kerjasama dalam program prakerin. Untuk menjalin kerjasama yang terus menerus dan untuk meningkatkan keberhasilan lulusan SMK perlu adanya teknik bekerjasama dan bersinergi antara sekolah dengan industri dan perusahaan yang saling menguntungkan.

Dalam laporan hasil observasi ini, akan dijelaskan tentang teknik bekerjasama dan bersinergi dengan industri dan perusahaan yang memerlukan jasa dibidang pendidikan di SMK Negeri 1 Malang.

 

1.2  Rumusan Masalah

1.      Apa saja program hubungan sekolah dengan masyarakat di SMK Negeri 1 Malang terkait dengan DU/DI?

2.      Bagaimana prosedur pelaksanaan kerjasama SMK Negeri 1 Malang terkait dengan DU/DI?

3.      Apa saja industri dan perusahaan yang bekerjasama dengan SMK Negeri 1 Malang?

4.      Apa teknik hubungan sekolah dengan masyarakat yang digunakan SMK Negeri 1 Malang dalam kerjasama dengan DU/DI?

5.      Apa saja kendala dan solusi dalam melaksanakan hubungan sekolah dengan masyarakat SMK Negeri 1 Malang terkait dengan DU/DI?

6.      Apa saja indikator keberhasilan dari kerjasama SMK Negeri 1 Malang dengan DU/DI?

 

1.3  Tujuan

1.      Menjelaskan program hubungan sekolah dengan masyarakat di SMK Negeri 1 Malang terkait dengan DU/DI.

2.      Menjelaskan prosedur pelaksanaan kerjasama SMK Negeri 1 Malang terkait dengan DU/DI.

3.      Menjelaskan industri dan perusahaan yang bekerjasama dengan SMK Negeri 1 Malang.

4.      Menjelaskan teknik hubungan sekolah dengan masyarakat yang digunakan SMK Negeri 1 Malang dalam kerjasama dengan DU/DI.

5.      Menjelaskan kendala dan solusi dalam melaksanakan hubungan sekolah dengan masyarakat SMK Negeri 1 Malang terkait dengan DU/DI.

6.      Menjelaskan indikator keberhasilan dari kerjasama SMK Negeri 1 Malang dengan DU/DI.

Author: desypranita

Orang Indonesia biasa yang bermimpi menjadi orang sukses dan ingin menjamah negeri ginseng ^_^ sehingga nantinya saya akan menjadi orang luar biasa ^_^;;;

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s